TOKOH

Thomas Alfa Edison, Idiot yang Menjadi Ilmuwan Besar

Thomas Alfa Edison merupakan salah satu penemu besar yang merubah peradaban manusia. Namun siapa sangka penemu dunia ini pada masa kecilnya dianggap sebagai anak idiot atau bodoh, hingga sekolahnya memberhentikannya melalui surat yang diberikan kepada ibunya.

Edison kecil pun menanyakan kepada ibunya perihal surat tersebut, tetapi sang ibu dengan percaya diri menerangkan pada Edison kecil, bawah dirinya memiliki kecerdasan yang luar biasa sehingga sekolah tak sanggup untuk mengajarnya, dan mulai esoknya sang ibunya yang akan mengambil peran pendidikannya.

Ketika dirinya bersekolah di tingkat dasar, Thomas Alfa Edison selalu dianggap bodoh dan idiot. Meski demikian sebenarnya ia tidaklah bodoh, tetapi ia tidak bisa mengikuti pelajaran disekolah yang ia anggap sangat membosankan.

Thomas pun akhirnya banyak belajar dan bertanya kepada sang ibu. Ketika skeolah ia hanya diminta untuk duduk manis dan memperhatikan pelajaran dan menghafal. Hal ini tentunya tidak menarik bagi minatnya.

Terkadang di kelas ia lebih banyak mengajukan pertanyaan yang berada di benaknya dan dianggap tidak masuk akal bagi gurunya. Sehingga ia pun berpikir bahwa dirinya benar-benar bodoh karena diperlakukan sebagai anak bodoh di sekolah.

Tetapi kasih sayang ibu membuat dirinya percaya diri. Setelah dikeluarkan sekolah formal, sang ibulah yang mengambil tugas menjadi guru. Thomas belajar materi sekolah dasar, dari membaca, menulis, hingga berhitung.

Ibunya juga memperkenalkan pengetahuan alam, sejarah, sastra kepada Thomas melalui buku-buku. Melihat sang anak lebih suka pada percobaan, maka sang ibu, Nancy pun membuatkan laboratorium kecil di rumah untuk Thomas.

Metode mengajar Nancy meningkatkan semangat Thomas dalam belajar. Karakter yang dibangun sang ibu menjadikan anak bungsunya inilah lebih dewasa dibandingkan anak seusianya. Rahasia kesuksesan Nancy mendidik sang anak adalah mendedikasikan seluruh waktunya untuk pendidikan Thomas.

Nancy pun tidak mendikte Thomas, tetapi berusaha mengembangkan pengalaman dan mencari berbagai cara menarik untuk mengunggah rasa ingin tahu dan keinginan Thomas agar dapat belajar mandiri.

Thomas Alfa Edison masih kecil

Hasilnya setelah berusia 12 tahun, Thomas memutuskan untuk bekerja, ia berjualan Koran di jalur kereta di sepanjang rute Port Huron ke Detroit. Namun pada tahun 1861 terjadi perang saudara antara utara dan selatan.

Informasi terkait perang menjadi perhatian banyak orang, sehingga ia pun memutuskan membeli mesin cetak tua, dan mendirikan koran Weekly Herald ketika dirinya masih berusia 15 tahun. Sehingga mampu membiayai percobaannya.

Sementara itu, Thomas juga memiliki pendengaran yang buruk, ada yang menyebutkan hal tersebut karena penyakit dan ada yang mengatakan akibat kecelakaan. Tetapi hal tersebut malah membuat dirinya beruntung karena memiliki waktu lebih banyak untuk berpikir dari pada mendengarkan pembicaraan kosong.

Perjalanan hidupnya yang banyak melakukan percobaan membuat dirinya mendaftarkan hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder. Tapi tidak ada yang membeli alat tersebut, sehingga ia memutuskan akan melakukan percobaan ke peralatan komersil.

Ia pun sukses mengembangkan stok ticket dan menjualnya kepada sebuah perusahaan seharga US$ 40 ribu. Dari uang itulah ia membangun sebuah laboratorium dan perusahaan di Menlo Park, New Jersey. Hingga tahun 1877 ia mencurahkan tenaga, waktu,dan uangnya untuk melakukan percobaan membuat lampu pijar.

lampu pijar pertama hasil penemuan Thomas Alfa Edison

Permasalahan saat itu, dirinya harus menemukan bahan yang bisa berpijar tetapi tidak terbakar ketika dialiri listrik. Bahkan Thomas telah melakukan 6 ribu kali dengan bahan berbeda,. Hingga pada 21 Oktober 1879 ia berhasil menciptakan lampu listrik yang menyala 40 jam.

Percobaan ini pun sempat ditulis media dengan judul “setelah 9.955 kali Gagal Menemukan Lampu Pijar, Edison Akhirnya Berhasil Menemukan Lampu Menyala. Tetapi  Thomas meminta judul tersebut dirubah menjadi “Setelah 9.955 jali Berhasil Menemukan Lampu Gagal Menyala, Edison Akhirnya Berhasil Menemukan Lampu yang Menyala.”

Pesan dari Thomas Alfa Edison adalah betapa banyak orang yang menyerah, padahal hanya perlu beberapa langkah lagi untuk sampai pada keberhasilan.

Sepanjang hidupnya, Thomas telah mematenkan 1.093 hasil penemukan. Termasuk lampu pijar, gramafon, dan kamera film. Ketiga penemuan tersebut tentunya membangkitkan industri listrik, rekaman, dan film yang mengubah peradaban manusia.

Hingga suatu saat ia menemukan surat yang disimpan sang ibu, dan membacanya bahwa dirinya dikeluarkan dari sekolah dasar karena dianggap bodoh. Thomas meninggal pada usi 84 tahun dengan memberikan karakter pantang menyerah dan selalu optimis melihat peluang.

Tags

Anaphalis

Akyu hanyalah debu di makro cosmis ini
Close

AdBlock Terdeteksi

Dukung kami untuk terus menulis dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda