PuisiSKETSA

Tuhan Sudikah Kau Bercanda Dengan Ku

Tuhanku,

Aku sadari hanya ketidakberdayaan dihadapan-Mu

Tapi apakah dengan Kebesaran-Mu sehingga kau tiada canda pada ciptaan-Mu

Ataukah pemujaan kepada-Mu harus dengan wajah tertunduk dan tegang

Karena aku lihat disana, dikejauhan, sejenis dengan ku terpampang ketakutan

Benarkah Engkau sangat menakutkan sementara aku selalu meneguk Arrahman-MU

 

Tuhanku,

Aku pahami kehinadinaan di hadapan-Mu

Apakah dengan keagungan-Mu kau tiada senyum pada hamba-Mu

Ataukah pemujaan kepada-Mu harus menggarangkan wajahku demi membela-Mu

Karena aku dengar disana, dikejauhan, teriakan kebesaran nama-Mu membuat bergidik kawan-kawan

Benerkah Engkau Pemarah, sedangkan ketidakberdayaan selalu menujam ketika berucap Allahu Akbar

 

Tuhanku,

Yang aku tahu kasih sayang-Mu mendekap erat setiap dosa yang menetes

Terkadang kau bergurau dan tertawa menyaksikan gerutu Ku menjalani takdir

Padahal Jika Aku selalu menerima canda-Mu tentu kemulian balasanku

Bercengkrama sambil merengguk jamuan-Mu, di dalam perjumpaan nanti

Tuhanku, Aku selalu merindukan canda-MU…

Tags

Wahyu

penikmat aroma kopi yang sudah tidak ngopi
Close

AdBlock Terdeteksi

Dukung kami untuk terus menulis dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda