PuisiSKETSA

Tuhan Ku Paling Asyik

Tuhanku paling asyik,

Ketika lumpur kotor menghiasi jari jemari ini

Dengan senyum ia membasuhnya dan kembali menggenggam-Nya

Tak ada yang membatasi-Nya dengan diri ini

 

Tuhanku paling asyik,

Takkala sampah umpatan menjadi gincu bibirku

Dengan keindahan-Nya ia lukis pesona merekah di bibir ini

Menjelma ratapan-ratapan malam atas kerinduan ini

 

Tuhanku paling asyik,

Saat keberandalanku menjadi hiasan hidup

Bersama ArrahmanNya ia lembutkan qolbu yang terombang ambing

Kemudian dipatokkan ke dalam ruang maha luas agar senantiasa mengingat nama-Nya

 

Ketika bangga kau Katakan Tuhanmu paling agung

Tetapi engkau masih menggilai penghormatan manusia

Kau telah berlaku selaiknya zat yang harus disembah

Padahal hanya bongkahan daging yang tak berdaya

 

Takkala kau berujar diri ini mencintai-Nya

Namun dalam penghadapan pun masih mendua

Kau telah berkhianat atas kesaksian suci itu

Padahal hanya lumpur hitam yang hina

Jatijajar, 18 Februari 19

Tags

Wahyu

penikmat aroma kopi yang sudah tidak ngopi
Close

AdBlock Terdeteksi

Dukung kami untuk terus menulis dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda