ManiaMilenial

Ultralight Hiking, Hanya Sekedar Kemajuan Peralatan Pendakian

Ultralight Hiking atau pendakian ultralight merupakan istilah baru yang berkembang beberapa tahun kebelakang. Meski demikian, ultralight ini bukanlah sebuah metode atau tehnik baru dalam sebuah pendakian gunung tetapi lebih kepada perkembangan peralatan pendakian.

Pendakian ultralight atau pendaki yang menggunakan tas bodyback tentu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Hal tersebut nantinya dapat disesuaikan dan dikembalikan kepada selera dan kenyamanan pendaki tersebut.

Apa sih ultralight hiking, istilah ini merupakan pendakian dengan membawa seringan mungkin, tetapi hal itu tentunya tak bisa dilakukan tanpa perkembangan gear atau peralatan yang berkembang pada saat ini. Jadi sebenarnya ultralight bukan suatu pengetahuan baru, tetapi hanya istilah untuk perkembangan peralatan pendaki.

Ketika semua peralatan menjadi efisien, ringan, dan ringkas, dan berbentuk minimalis, maka tentunya hanya membutuhkan ransel yang kecil pula. Lainnya halnya ketika peralatan pendakian pada dekade 90 maupun 2000-an awal.

Sesuatu yang tidak mungkin dan dianggap konyol karena sama saja mengatarkan nyawa ketika mendaki hanya menggunakan tas bodyback. Karena memang dekade tersebut, peralatan pendakian masih memiliki volume yang tidak kecil.

Ketika harus mengemas sleeping bag dan jaket bulu angsa saja, maka carrier akan langsung terpakai setengahnya. Begitu juga dengan peralatan masak, kostum lapangan,dll masih memiliki volume dan berat yang efisien di jamannya tapi tidak dibandingkan dengan jaman sekarang ini.

Ketika ukuran matras yang berbahan karet digantikan dengan lembaran alumunium, maka praktis volume dan berat terpangkas jauh. Saat ukuran kompor kini hanya tidak lebih setelapak tangan atau peralatan masak lebih kecil dan ringan dari nesting tentara, tentu hal itu semakin menjadi praktis.

Begitu juga dengan jaket sebagai pelindung tubuh dari hawa dingin di gunung. Ketika jaman dulu menggunakan jaket berbulu angsa merupakan sebuah kemewahan, maka saat ini ukuran jaket semakin tipis dan ringkas namun tetap memberikan kehangatan yang sama.

Begitu juga dengan baju dan celana lapangan saat melakukan pendakian, jika dahulu menggunakan baju lapangan dengan ketebalan dan memiliki berat yang berat, maka saat ini bahan baju dan celana lebih menggunakan bahan sintetis yang lebih ringan dan tidak memiliki volume yang besar.

Peralatan pendakian yang minimalis dan ringan inilah yang membedakan antara pendakian ultralight dengan pendakian konvensional. So, hal tersebut tentunya hanya sebagai faktor pendukung dari sebuah pendakian.

Ultralight VS konvensional

Sebenarnya tidak ada yang lebih istimewa dari istilah ini, karena keduanya hanya bertumpu pada peralatan pendukung dalam sebuah pendakian. Namun yang membedakan pendakian backpacker dengan carrier adalah tujuan dan kenyamanan dalam pendakian.

Sehingga, sebenarnya metode ini bisa dikombinasi tergantung dengan tujuan dan kenyaman pendaki masing-masing orang atau kelompok. Sehingga ungkapan ultralight untuk pendaki berpengalaman juga tidak tepat.

Peralatan ultralight volume lebih kecil dan bobot lebih ringan

Lantas apa sih yang membedakan, sekaligus untung rugi dari pendakian backpacker dan carrier? Tentunya keduanya memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Ketika sobat hendak mendaki dengan gaya backpacker maka sobat akan terbentur dengan durasi pendakian dan kemewahan logistik yang sobat bawa.

Hal tersebut tentunya menjadi kelebihan bagi pengguna carrier karena memiliki ruang membawa logistik yang mewah dan beraneka macam, dalam jumlah banyak dengan durasi pendakian yang lama, sehingga pendaki lebih menikmati pendakian.

Pendakian backpacker ini tentunya sangat cocok bagi mereka yang masih mengejar pengalaman untuk mencapai puncak-puncak gunung. Biasanya mereka yang berumur muda yang masih mengejar ambisi tersebut.

Sedangkan untuk pendaki yang sudah berumur biasanya pendakian bukan hanya sekedar melihat puncak, tetapi menikmati perjalanan, keindahan alam, melepaskan kejenuhan pekerjaan, sehingga lebih suka menggunakan carrier hanya untuk memuat logistik yang bikin iri pendaki lainnya.

Puncak bukan lagi tujuannya mendaki, tetapi lebih pada menikmati sebuah pendakian saja. Bahkan mereka yang telah mampan dari sisi financial pun tidak mempermasalahkan antara ultralight maupun pendakian konvensional, karena mereka mampu mengupah porter untuk membawa peralatan dan logistik.

Selain itu, pendakian backpacker juga hanya cocok untuk pendakian tim kecil dan misi puncak yang telah diestimasi antara logistik dan waktu tempuh yang diperlukan untuk mendaki sebuah gunung. Sehingga dapat dikatakan ruang untuk logistik umumnya dibawa sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sehingga tidak memiliki cadangan logistik ketika suatu keadaan yang memaksa harus melampaui durasi pendakian.

Nah sobat sudah tahukan mau mendaki dengan gaya apa? Hal ini tentu bisa disesuaikan dengan kondisi gunung yang akan didaki. Jika gunung tersebut miskin air, maka sebaiknya pergunakan gaya backpacker, tetapi jika kaya air, wah paling asyik buat masak-masak diatas gunung.

Tags

Wahyu

penikmat aroma kopi yang sudah tidak ngopi
Close

AdBlock Terdeteksi

Dukung kami untuk terus menulis dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda