MilenialSkul

Mahasiswa Indonesia Bersinar Dalam Mobil-mobil Futuristic

Mahasiswa Indonesia tentu sudah nggak perlu lagi diragukan terkait dengan kemampuan rekayasanya. Bahkan dalam perlombaan otomotif dunia, mereka mampu tampil membawa karya yang mampu membanggakan nama Indonesia.

Bahkan dalam perlombaan mobil hemat energi yang diselenggarakan Shell dalam kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) Asia yang berlangsung di Malaysia. Mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan mobil-mobil yang futuristik.

Sirkuit Sepang menjadi lokasi bersejarah bagi mahasiswa Indonesia dalam mempertontonkan kemampuannya. Jika sebelumnya ada mobil Sapu Sngin ITS team yang sukses mewakili Indonesia maupun Asia untuk maju ke babak final SEM di London.

Hal serupa dapat dirasakan ketika salah satu tim mobil berbahan bakar hydrogen dari Indonesia, Antasena mampu meramaikan SEM Drivers Wolrd Championship (DWC) di London pada bulan Juli mendatang.

Tahun ini Antasena menjadi satu-satunya tim yang mewakili Indonesia dalam SEM DWC 2019. Membawa nama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) team 5 ini melaju dengan membawa tiga posisi juara sekaligus.

Bagi tim Antasena sebenarnya tidak ada yang istimewa yang menggunakan mesin utama fuel cell seperti mobil hydrogen pada umumnya. Tetapi mereka berhasil mengembangkan komponen agar mendapat hasil performa yang terbaik dengan penggunaan bahan bakar yang efisien.

Mereka pun melakukan beberapa riset pada bagian seluruh mobil Antasena, mulai dari bodi, chassis, hingga kelengkapan kelistrikan yang ada dalam komponen otomotif, sehingga menjadi ringan dan hemat ruang.

Bahkan Yoga Mugiyo Pratama selaku pengemudi berhasil memanfaatkan waktu ketika memacu Antasena. Dengan melampaui target yang melebihi ekspetasi tim diantara tantangan tinggi dan panjangnya tanjakan di sirkuit Sepang, Malaysia.

Selain Sapuangin dan Antasena, ada lagi mobil futuristik yang turut menjadi kebanggan Indonesia dalam SEM Asia 2019. Sebut saja Nogogeni, mobil listrik dengan mesin yang mereka namai Nogogeni V Evo ini menggunakan Brushless Direct Current (BLDC) Motor berkapasitas daya 1000W yang dimaksimalkan performanya melalui controller.

Hampir sama dengan Antasena, Nogogeni juga melakukan riset panjang sebelum mengikuti kompetisi di SEM Asia 2019. Persiapannya dengan mereduksi massa chassis agar menjadi ringan, selain itu mereka juga menerapkan desain aerodinamis.

Mobil yang debutnya dimulai sejak tahun 2011 ini berhasil tampil sebagai The Asia Runner-Up Urban Concept Battery Electric di SEM Asia 2019 setelah menyisihkan puluhan tim-tim Asia. Dengan pencapaian 169,12 km/KWh, Nogogeni mampu memecahkan rekor kelas listrik di tiga tahun terakhir dari kompetisi SEM Asia.

Jika dirangkum secara keseluruhan, melalui laporan dari Holding Team Mobil Riset ITS, ada tiga tim kebanggan Indonesia yang berhasil menduduki podium di SEM Asia 2019, antara lain:

  1. ITS Team Sapuangin pada kategori Internal Combustion Engine memperoleh juara 1 Asia dengan pencapaian 395 Km/L (bensin).
  2. Nogogeni ITS Team pada kategori Battery Electric memperoleh juara 2 Asia dengan pencapaian 169 Km/KWh (listrik).
  3. Antasena ITS Team pada kategori Hydrogen memperoleh juara 2 Asia dengan perolehan 90 Km/m³ (fuel cell – hidrogen).

Wow, hebatkan pemuda-pemuda Indonesia, mereka nggak kalah kok terkait teknologi dibandingkan negara-negara maju.

Tags

Wahyu

penikmat aroma kopi yang sudah tidak ngopi
Close

AdBlock Terdeteksi

Dukung kami untuk terus menulis dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda