HUMANIORAKesehatan

Duh, Ternyata Permen Karet Berisiko Kanker Usus

Permen karet memang asyik buat banyak orang. Sehingga tak jarang banyak orang yang suka mengunyah permen karet. Selain bisa menghilangkan depresi mengunyah permen karet juga bisa membantu konsentrasi.

Meski banyak manfaat dari mengunyah permen karet. Namun dibalik itu terdapat juga resiko kesehatan yang bisa terjadi akibat sering mengunyah permen kareta. Salah satu dampak yang buruk bagi tubuh ternyata dapat meningkatkan resiko terkena kanker usus besar.

Berdasarkan penelitian terbaru melaporkan terlalu sering mengunyah permen karet dapat meningkatkan resiko kanker, hal tersebut disebabkan dari bahan pembuat permen karet yang umumnya ditambah zat pemutih yaitu E171 (titanium dioxide nanoparticles).

Bahan ini juga sering ditemukan pada produk makanan seperti mayones dan obat-obatan. Hasil penelitian tersebut memberikan peringatan dalam tingkat zat pemutih yang ada dalam makanan dapat menyebabkan penyakit radang usus.

Laporan jurnal tersebut didapatkan setelah peneliti melakukan uji coba dampak kesehatan dari aditif makanan E171 pada tikus. Tentunya bagi sobat yang suka menkonsumsi permen karet haruis mempertimbangkan fakta tersebut jika tidak ingin terpapar kanker usus besar.

Zat pemutihini juga banyak ditemui pada berbagai makanan, selain mayones dan obat-obatan, zat ini juga terkandung pada 900 produk makanan. Prihatinya tingkat konsumsi pada makanan tersebut cukup tinggi.

Hal ini tentunya dapat membahayakan kesehatan usus. Konsumsi makanan yang mengandung E171 berdampak pada mikrobiota usus.

“Seperti yang diketahui komposisi makanan dapat memberikan dampak pada fisiologi dan kesehatan tubuh. Namun peran aditif pada makanan kurang dipahami hingga munculnya hasil penelitian ini,” jelas co-lead penulis penelitian, Wojciech Chrzanowski yang juga Associate Professor di University of Sydney seperti dilansir dari IOL.

“Penelitian ini menyajikan bukti penting jika mengonsumsi makanan yang mengandung zat aditif seperti E171 mempengaruhi mikrobiota usus serta peradangan di usus. Pada gilirannya kondisi itu dapat menyebabkan penyakit seperti radang usus dan kanker usus besar,” tambahnya.

Tags

Wahyu

penikmat aroma kopi yang sudah tidak ngopi
Close

AdBlock Terdeteksi

Dukung kami untuk terus menulis dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda